Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...
Diberdayakan oleh Blogger.

Selamat Datang

Selamat datang di blog saya semoga bermanfaat bagi saya dan anda yang membacanya , mari budayakan membaca informasi

Selamat Datang

Selamat datang dan semoga dapat bermanfaat bagi kita semua

Translate

Popular Posts

Pages - Menu

Rabu, 08 Maret 2017

Konsep Prilaku

MAKALAH
KONSEP PRILAKU
DI SUSUN OLEH :









AHMAD SAFII
AYU LESTARI
NAPILAH WATI
SASKIA NIDALITA PUTRI
TITO AJI PRATAMA
UMI ISTIQOMAH

STIKes MUHAMMADIYAH PRINGSEWU LAMPUNG
S 1 KEPERAWATAN

2016/2017





KATA PENGANTAR
            Puji dan syukur penulis ucapkan kehadirat Tuhan Yang Maha Esa karena atas berkat dan rahmat-Nya penulis dapat menyelesaikan penulisan makalah yang berjudul “Makalah Konsep prilaku” tepat pada waktunya. Dalam penulisan makalah ini penulis ingin mengucapkan terima kasih kepada :
Ibu Nurfadillah,S.Kep.,M.Kes selaku dosen pengajar mata kuliah Pendidikan dan Promosi Kesehatan.
Penulis menyadari bahwa makalah  ini masih jauh dari sempurna, untuk itu penulis mengharapkan kritik dan saran yang bersifat membangun.Semoga makalah  ini dapat bermanfaat bagi kita semua dan siapa saja yang membacanya.
Pringsewu,  3 Maret 2017



Kelopmpok 3









DAFTAR ISI

Halaman judul..............................................................................................
Kata pengantar............................................................................................ i
Daftar isi ..................................................................................................... ii
Bab I
Pendahuluan
A. Latar belakang......................................................................................... 1
B. Rumusan Masalah ................................................................................... 2
C. Tujuan...................................................................................................... 2
BAB II
PEMBAHASAN KONSEP PRILAKU
1. Pengertian Prilaku ................................................................................... 3

2. Perilaku Kesehatan................................................................................... 3

3. Domain Perilaku....................................................................................... 4

4. Bentuk Prilaku ......................................................................................... 7

5. Stratergi Perubahan Prilaku ..................................................................... 8
BAB III
A.Kesimpulan .............................................................................................. 9
Daftar pustaka.......................................................................................... 10


BAB 1
PENDAHULUAN
A.    Latar Belakang
Perilaku adalah merupakan perbuatan/tindakan dan perkataan seseorang yang sifatnya dapat diamati, digambarkan dan dicatat oleh orang lain ataupun orang yang melakukannya. Berdasarkan sifatnya perilaku terbagi menjadi dua, yaitu perilaku perilaku baik dan buruk.
Tolak ukur perilaku yang baik dan buruk ini pun dinilai dari norma-norma yang berlaku dimasyarakat. Baik itu norma agama, hukum, kesopanan, kesusialaan, dan norma-norma lainnya.
Dalam kesehatan hubungan perilaku sangatlah erat sekali. Banyak hal yang tanpa kita sadari dari perilaku yang kecil dapat menimbulkan efek kesehatan yang besar bagi seseorang. Salah satu contohnya berupa pesan kesehatan yang sedang maraknya digerakkan oleh promoter kesehatan tentang cuci tangan sebelum melakukan aktifitas, kita semua tahu jika mencuci tangan adalah hal yang sederhana, tapi dari hal kecil tersebut kita bisa melakukan revolusi kesehatan kearah yang lebih baik. Sungguh besar efek perilaku tersebut bagi kesehatan, begitu pula dengan kesehatan yang baik akan tercermin apabila seseorang tersebut melakukan perilaku yang baik.
Maka dari itu dalam makalah ini, penulis hanya membahas tentang hubungan kesehatan dengan perilaku, factor-faktor penyebab rendahnya perilaku yang baik, dampaknya serta control perilaku kearah yang lebih baik, sesuai dengan judul makalah yaitu hubungan kesehatan dengan perilaku.



B.     Rumusan Masalah
1.      Apa yang dimaksud dengan perilaku kesehatan?
2.      Apa domain prilaku?
3.      Apa saja bentuk-bentuk prilaku ?
4.      Bagaimana strategi perubahan prilaku?
C.    Tujuan
Pembuatan makalah ini bertujuan agar mahasiswa dapat mengetahui tentang hubungan kesehatan terhadap perilaku serta hal-hal yang terkait terhadap perilaku dan kesehatan.













BAB II
PEMBAHASAN
A.    Konsep Prilaku
1.      Pengertian Prilaku
Dari segi biologis, perilaku adalah suatu kegiatan atau aktivitas organisme (makhluk hidup) yang bersangkutan. Oleh sebab itu, dari sudut pandang biologis semua makhluk hidup mulai dari tumbuhan, binatang sampai dengan manusia itu berprilaku, karena mereka mempunyai aktivitas masing-masing.
Skinner (1938) seorang akhli psikologis, merumuskan bahwa perilaku merupakan respon atau reaksi seseorang terhadap stimulus (rangsangan dari luar).
Dilihat dari bentuk respon terhadap stimulus ini maka perilaku dapat dibedakan menjadi dua,yaitu :
1.            Perilaku tertutup (covert behavior)
Respon seseorang terhadap stimulus dalam bentuk terselubung atau tertutup, misalnya ibu hamil tahu pentingnya periksa kehamilan
2.            Perilaku terbuka (overt behavior)
Respon seseorang terhadap stimulus dalam bentuk tindakan nyata, misalnya seorang ibu memeriksakan kehamilannya.

2.      Prilaku kesehatan
Perilaku kesehatan dapat diklasifikasikan menjadi 3 kelompok :
1.            Perilaku pemeliharaan kesehatan (health maintenance)
Usaha seseorang untuk memelihara atau menjaga kesehatan agar tidak sakit dan usaha untuk penyembuhan bilamana sakit. Perilaku pemeliharaan kesehatan terdiri dari 3 aspek :
a.               Perilaku pencegahan penyakit, dan penyembuha
penyakit bila sakit serta pemulihan kesehatan bilamana
telah sembuh dari penyakit
b.             Perilaku peningkatan kesehatan, apabila seseorang dalam keadaan sakit.
c.              Perilaku gizi (makanan dan minnuman)
2.            Perilaku pencarian dan penggunaan sisitem atau fasilitas pelayanan kesehatan Upaya seseorang pada saat menderita dan atau kecelakaan.Dimulai dari pengobatan sendiri sampai mencari pengobatan ke luar negeri.
3.            Perilaku kesehatan lingkungan
Becker, 1979 membuat klasifikasi tentang perilaku kesehatan
diantaranya :
a.       Perilaku hidup sehat
Kegiatan seseorang untuk mempertahankan dan meningkatkan kesehatannya. Perilaku ini mencakup :
1.      Menu seimbang
2.      Olahraga teratur
3.      Tidak merokok
4.      Tidak meminum-minuman keras dan narkoba
5.      Istirahat yang cukup
6.      Mengendalikan stress
b.    Perilaku sakit
Respon seseorang terhadap sakit dan penyakit. Persepsiny
terhadap sakit pengetahuan tentang penyebab dan gejala
penyakit, pengobatan penyakit dsb.
  c.    Perilaku peran sakit
   Perilaku ini mencakup :
1.    Tindakan untuk memperoleh kesembuhan
2.    Mengenal atau mengetahui fasilitas atau sasaran
Pelayanan penyembuhan penyakit yang layak.
3.    Mengetahui hak, misalnya memperoleh perawatan.



3.      Domain Prilaku
Factor-faktor yang membedakan respon terhadap stimulus yang berbeda disebut determinan prilaku. Determinan perilaku ini dapat dibedakan menjadi dua, yakni :
1.            Faktor internal
Karakteristik orang yang bersangkutan yang bersifat bawaan, yaitu :
a.       Kecerdasan
b.      Tingkat emosional
c.       Jenis kelamin
2.     Faktor eksternal
Lingkungan baik fisik, sosial, budaya, ekonomi, dan politik
Benyamin Bloom (1908), perilaku dibagi kedalam 3 dominan, yakni :
1.      Kognitif
2.      Afektif
3.      Psikomotor
Teori Bloom untuk pengukuran hasil pendidikan kesehatan yakni :
1.            Pengetahuan
Domain yang sangat penting dalam membentuk tindakan seseorang, ialah :


a.               Proses adopsi perilaku
·         Awareness
·         Interest
·         Evaluation
·         Trial
·         Adoption
.         Tingkatan pengetahuan
·         Tahu
·         Memahami
·         Aplikasi
·         Analisis
·         Sintesis
·         Evaluasi
2.            Sikap
Adalah respon tertutup dari seseorang terhadap suatu stimulus atau objek. Proses terbentuknya sikap dan reaksi, yaitu :
a.               Komponen pokok sikap
Menurut Allport (1954), ialah :
1. Kepercayaan ide, dan konsep terhadap suatu objek
2. Kehidupan emosional atau evaluasi terhadap suat
Objek
3. Kecenderungan untuk bertindak
b.      Berbagai tingkatan sifat
·         Menerima (receiving)
·         Merespon (responding
·         Menghargai (valuing)
·         Bertanggungjawab (responsible)
b.              Praktek atau tindakan (practice)
Mempunyai beberapa tingkatan :
1. Persepsi (perception)
2. Respon terpimpin (guid response)
3. Mekanisme (mechanism)
4. Adopsi (adoption)

4.    Bentuk Prilaku
Secara lebih operasional perilaku dapat diartikan suatu respon organisme atau seseorang terhadap rangsangan (stimulus) dari luar subjek tersebut. Respon ini berbentuk dua macam, yakni :
a.       Bentuk pasif
Adalah respon internal yaitu yang terjadi didalam diri manusia dan tiddak secara langsung dapat terlihat oleh orang lain. Misalnya berpikir, tanggapan atau sikap batin dan pengetahuan. Contoh lain seorang yang menganjurkan orang lain untuk mengikuti KB meskipun ia sendiri tidak ikut KB. Dari contoh tersebut dapat dikatakan bahwa perilaku itu masih terselubung.
b.      Bentuk Aktif
Yaitu apabila perilaku itu jelas dapat diobservasi langsung.Misalnya orang yang telah mengikuti KB dalam arti sudah menjadi akseptor KB.


     5.       Strategi Perubahan Prilaku
a.       Inforcement (Paksaan):
Perubahan perilaku dilakukan dengan paksaan, dan atau menggunakan peraturan atau perundangan. Menghasilkan perubahan perilaku yang cepat, tetapi untuk sementara (tidak langgeng)
b.      Persuasi
Dapat dilakukan dengan persuasi melalui pesan, diskusi dan argumentasi. Melalui pesan seperti jangan makan babi karna bisa menimbukkan penyakit H1N1. Melalui diskusi seperti diskusi tentang abortus yang membahayakan jika digunakan untuk alasan yang tidak baik
c.        Fasilitasi
Strategi ini dengan penyediaan sarana dan prasarana yang mendukung. Dengan penyediaan sarana dan prasarana ini akan meningkatkan Knowledge (pengetahuan)Untuk melakukan strategi ini mmeerlukan beberapa proses yakni kesediaan, identifikasi dan internalisasi. Ketika ada rangsangan yang dipengaruhi oleh pengetahuan dan keyakinan akan
menimbulkan aksi dan kemudian hal itu menjadikan perbahan perilaku.
d.       Education
Perubahan perilaku dilakukan melalui proses pembelajaran, mulai dari pemberian informasi atau penyuluhan-penyuluhan. Menghasilkan perubahan perilaku yang langgeng, tetapi makan waktu lama.








BAB III
PENUTUP
A.    Kesimpulan
Dari segi biologis, perilaku adalah suatu kegiatan atau aktivitas organisme (makhluk hidup) yang bersangkutan. Oleh sebab itu, dari sudut pandang biologis semua makhluk hidup mulai dari tumbuhan, binatang sampai dengan manusia itu berprilaku, karena mereka mempunyai aktivitas masing-masing.
Secara lebih operasional perilaku dapat diartikan suatu respon organisme atau seseorang terhadap rangsangan (stimulus) dari luar subjek tersebut.











DAFTAR PUSTAKA

http://dewasastra.wordpress.com/2012/03/11/konsep-dan-pengertian-perilaku/
http://dewasastra.wordpress.com/tag/macam-macam-perilaku/
http://id.wikipedia.org/wiki/Taksonomi_Bloom
http://id.wikipedia.org/wiki/Dewasa


Published: By: Unknown - 17.48

Kamis, 02 Maret 2017

TEORI KEPERAWATAN NIGTINGALE

MAKALAH
FALSAFAH DAN TEORI KEPERAWATAN
TEORI NIGHTINGALE







DISUSUN OLEH KELOMPOK 3
                 Anggota
                 1. Tito Aji Pratama           NIM                     142012016069
                 2. Rizki Ramadhan          NIM                     142012016066
                 3. Bayu Novriansyah      NIM                     142012016070
                 4. Dewi Kartika Putri       NIM                     142012016046
                 5. Della Andryana            NIM                     142012016044
                 6. Mella Dwi Novitasari   NIM                     142012016060
                 7. Liyana Luvita Dewi     NIM                     142012016058

PROGRAM STUDI S1 KEPERAWATAN




KATA PENGANTAR
            Puji syukur penulisan panjatkan kehadirat Allah SWT yang mana telah melimpahkan rahmat dan hidayah-Nya sehingga penulis dapat menyelesaikan makalah yang berjudul TEORI NIGHTINGALE yang telah disusun untuk memenuhi salah satu tugas mata kuliah falsafah dan teori keperawatan , maka penulis mengucapkan banyak terimakasih kepada :
·         selaku dosen mata kuliah falsafah dan teori keperawatan
            Dalam penyusunan makalah ini tidak lepas dari berbagai pihak yang telah membantu terselesainya makalah ini. Untuk itu penulis mengucapkan terima kasih atas semua bantuan yang telah di berikan dalam penyususnan makalah ini. Ucapkan terimakasih secara khusus penulis sampaikan kepada semua pihak yang telah ikut terlibat dan berpartisipasi dalam pembuatan dan penyusunan makalah ini . dengan ini penulis memohon kritik dan saran dalam penulisan makalah ini kepada pembaca apabila dala peyusunan makalah “TEORI NIGHTIANGALE” terdapat kesalahan-kesalahan


                                                                                    25 Oktober 2016
                                                                                    Penyusun

Kelompok 3


DAFTAR ISI

Halaman judul............................................................................................
Kata pengantar......................................................................................... i
Daftar isi ...................................................................................................ii
Bab I
Pendahuluan
1.1 Latar belakang.................................................................................... iii
BAB II
ISI
2.1Biografi Florence Nightingale................................................................1
2.2 Teori Nightingale ................................................................................. 5
BAB III
Penutup....................................................................................................10
Daftar pustaka






BAB I
PENDAHULUAN
1.1 LATAR BELAKANG
Konsep Keperawatan merupakan ide untuk menyusun suatu kerangka konseptual atau model keperawatan.Teori keperawatan digunakan untuk menyusun suatu model konsep dalam keperawatan sehingga model keperawatan ini mengadung arti aplikasi dari struktur keperawatan itu sendiri yang memungkinkan perawat untuk menerapkan cara mereka bekerja dalam batas kewenangan sebagai perawat.
Pandangan model konsep dan teori ini merupakan gambaran dari bentuk pelayanan keperawatan yang akan diberikan dalam memenuhi kebutuhan dasar manusi berdasarkan tindakan dan lingkup pekerjaan dengan arah yang jelas dalam pelayanan keperawatan.Dalam keperawatan terdapat beberapa model konsep keperawaratan berdasarkan pandangan ahli dalam bidang keperawatan,yang memiliki keyakinan,dan nilai yang mendasarinya,tujuan yang hendak dicapai serta pengetahuan dan keterampilan yang ada dan salah satunya adalah “Model Konsep Dan Teori Keperawatan Florence Naigtingale”.
           


 BAB II
2.1 Biografi Florence Nightingale
Florence Nightingale lahir tanggal 12 maret 1820. Nama depannya disesuaikan dengan nama kota kelahirannya di Itali, yaitu Florence. Florence Nightingale dibesarkan dalam sebuah keluarga kaya yang tinggal di luar kota London, William (W.E.N) dan Fanny Nightingale. Pada tahun 1837, pada usia tujuh belas tahun, Nightingale menulis curahan hatinya di buku hariannya, “Pada tanggal 7 Februari, Tuhan berbicara kepadaku dan memanggilku untuk melayani-Nya.” Tetapi pelayanan apa?
Dia menyadari bahwa dirinya merasa bersemangat dan sangat bersukacita , bukan karena status sosial keluarga kaya , namun perasaan bahagia yang muncul saat dia merawat keluarga-keluarga miskin yang hidup di gubuk gubuk sekitar Embley, rumah keluarganya.
Pada saat Florence berusia dua puluh empat tahun, dia merasa yakin bahwa panggilannya adalah merawat orang sakit. Namun pada masa itu (tahun 1840-an), pekerjaan sebagai perawat memang dianggap pekerjaan yang hina, dengan alasan:
•           Perawat disamakan dengan wanita tuna susila atau "buntut" (keluarga tentara yang miskin) yang mengikuti ke mana tentara pergi;
•           Profesi perawat banyak berhadapan langsung dengan tubuh dalam keadaan terbuka sehingga profesi ini dianggap sebagai profesi yang kurang sopan untuk wanita baik-baik, selain itu banyak pasien memperlakukan wanita tidak berpendidikan yang berada di rumah sakit dengan tidak senonoh;
•           Perawat di Inggris pada masa itu lebih banyak laki-laki daripada perempuan karena alasan-alasan tersebut di atas;
•           Perawat pada masa itu lebih sering berfungsi sebagai tukang masak.
Tetapi Florence, yang belum menikah dan masih tinggal bersama orang tuanya, merasa hampir gila karena ketidakproduktifan dan rasa frustrasi ini. Kemudian suatu saat ia bertanya kepada seorang dokter tamu dari Amerika, dr. Samuel Howe, “Apakah pantas bagi seorang gadis Inggris mencurahkan hidupnya untuk menjadi seorang perawat?” Dia menjawab, “Di Inggris, semua yang tidak biasa dianggap tidak layak. Tetapi bukanlah sesuatu yang tidak mungkin terjadi atau tidak wajar bagi seorang wanita terhormat bila melakukan suatu pekerjaan yang membawa kebaikan bagi orang lain.” dr. Howe menceritakan kepadanya tentang Kaiserworth di Jerman yang didirikan oleh pendeta Theodor Fliedner. Tempat itu mempunyai rumah sakit yang dilengkapi ratusan tempat tidur, sekolah perawatan bayi, sebuah penjara berpenghuni dua belas orang, sebuah rumah sakit jiwa untuk para yatim, sekolah untuk melatih para guru, dan sekolah pelatihan untuk para perawat disertai ratusan diaken. Setiap kegiatan selalu diikuti dengan doa.
Bahkan sebelum dia memutuskan untuk pergi, dengan semangat tinggi Florence menanggapi bahwa Kaiserworth adalah tujuannya.
Pada bulan Juli 1850, di usianya yang ke-30, akhirnya Florence pergi ke Kaiserworth di Jerman selama dua minggu. Setahun kemudian, dia pulang ke rumah dan tinggal selama tiga bulan. Dia pulang dengan sikap baru. Sekarang dia tahu bahwa dirinya harus membebaskan diri dari kehidupannya yang terkekang.
Tiga tahun kernudian (1854), dia melaksanakan pekerjaan keperawatannya yang pertama sebagai pengawas di Institute for the Care for Sick Gentle Woman in Distressed Circumstances. Dia memasukkan pemikiran-pemikiran baru ke dalam institusi itu dan menerapkan beberapa ide yang revolusioner, seperti pipa air panas ke setiap lantai, elevator untuk mengangkut makanan pasien, dan para pasien dapat langsung memanggil para perawat dengan menekan bel. Dia juga menetapkan bahwa institusi tersebut bukan institusi sekte dan menerima semua pasien dari semua denominasi dan agama (komite institusi ini menginginkan agar institusi tersebut hanya menerima jemaat gereja Inggris).
Pada tahun1854  juga, Inggris dan Perancis mengumumkan perang terhadap Rusia untuk menguasai Crimea dan Konstantinopel  (pintu gerbang menuju Timur Tengah). Sidney Herbert, sahabat Florence Nightingale yang juga seorang menteri perang, meminta Florence untuk mengepalai sebuah tim perawat bagi rumah sakit militer di Scutari, Turki. Florence menggunakan kesempatan ini. Dia tiba bersama sebuah tim pilihan yang terdiri dari 38 orang perawat. Hanya 14 orang perawat yang mempunyai pengalaman di lapangan; 24 orang lainnya adalah anggota lembaga keagamaan yang terdiri dari Biarawati Katolik Roma “Dissenting Deaconnesses”, perawat rumah sakit Protestan, dan beberapa biarawati Anglikan yang berpengalaman di bidang penyakit kolera. Di tempat inilah Florence mendapat julukan “the lady with the lamp”, julukan yang diberikan oleh pasien-pasiennya karena setiap malam tiba ia selalu berpatroli menjenguk para korban yang terluka, bahkan di tengah malam yang dingin. Kedatangan Florence yang berjalan kaki membawa lentera selalu dinantikan oleh pasien.
Selama perang berlangsung, Florence menghadapi pertempuran berat untuk meyakinkan para dokter militer bahwa para perawat wanita pun diperlukan di sebuah rumah sakit militer. Perang Crimea telah membongkar sistem kemiliteran Inggris yang ternyata mengirim ribuan prajurit untuk menjemput kematiannya sendiri akibat kekurangan gizi, penyakit, dan diabaikan. Sebanyak 60.000 prajurit Inggris dikirim ke Crimea. Sejumlah 43.000 meninggal, sakit, atau terluka, dan hanya 7.000 yang terluka oleh musuh. Sisanya merupakan korban akibat lumpur, kekacauan, dan penyakit.Selama 21 bulan, ia mengabdi dengan tulus tak kenal lelah merawat, menghibur tentara yang terluka dan mengusahakan perbaikan fasilitas rumah sakit darurat tersebut. Berkat pengabdian Florence beserta timnya presentasi kematian prajurit yang terluka parah membaik, dari 42% menjadi hanya 2%.  Berkat jasanya tersebut oleh pemerintah Inggris ia diangkat menjadi menjadi pahlawan wanita nasional Inggris.
Pada tahun 1860, Florence mendirikan sekolah keperawatan di St.Thomas Hospital, London dan kelas pertamanya berisi lima belas orang murid wanita muda. Di tahun yang sama Florence menulis Notes on nursing : What It Is and What It Is Not . Buku setebal 136 halaman ini menjadi buku acuan pada kurikulum di sekolah Florence dan sekolah keperawatan lainnya. Buku ini juga menjadi popular di kalangan awam dan terjual jutaan eksemplar di seluruh dunia. Filosofinya terhadap praktik keperawatan merupakan refleksi dari perubahan kebutuhan masyarakat. Ia melihat peran perawat sebagai seseorang yang bertugas menjaga kesehatan seseorang berdasarkan pengetahuan tentang bagaimana menempatkan tubuh dalam suatu status yang bebas dari penyakit atau sembuh dari suatu penyakit. Pada tahun 1861 cetakan lanjutan buku ini terbit dengan tambahan bagian tentang perawatan bayi.
Beberapa penghargaan yang pernah diperoleh Florence :
•           Pada tahun 1883 Florence dianugerahi medali Palang Merah Kerajaan (The Royal Red Cross) oleh Ratu Victoria
•           Pada tahun 1907,  Florence menjadi wanita pertama yang memperoleh penghargaan bintang tanda jasa The Order of Merit dari Raja Inggris
•           Pada tahun 1908, Florence dianugerahi Honorary Freedom of The City dari kota London. Cinta kasih dan pengabdian tulus Florence mengilhami Henry Dunnant untuk mendirikan Palang Merah Internasional.
Florence meninggal dunia pada tanggal 13 Agustus 1910 di usianya yang ke 90.Sepanjang hidupnya, dia bekerja tanpa lelah untuk mengadakan perubahan-perubahan yang berhubungan dengan perawatan kesehatan dan medis di kemiliteran. Hal ini dikarenakan dia telah bersumpah bahwa “Semua yang terjadi di Crimea, tidak boleh terulang kembali.”
2.1 Teori  Florence Nightingale
Florence Nightingale mencetuskan sebuah teori keperawatan yang dikenal dengan teori perawatan modern (modern nursing) yang dikenal dengan teori lingkungan (environmental theory).  Teorinya difokuskan pada lingkungan keperawatan. Florence meyakini bahwa kondisi lingkungan yang sehat berperan penting untuk penanganan perawatan yang layak bagi proses penyembuhan.
Diskripsi konsep
Bagan teori keperawatan Florence Nightingale
                                                    Klien/manusia

Perawat /keperawatan                                                                                    Kesehatan

                                                      Lingkungan
1.         Manusia
Manusia terdiri dari komponen fisik, intelektual,emosional,sosial dan spiritual. Walaupun memang lebih berfokus pada aspek fisik tetapi tetap saja ide yang dikemukakan Nightingale tentang seseorang yang sedang sakit mempunyai semangat hidup yang lebih besar daripada mereka yang sehat, hal ini berkaitan dengan dimensi psikologik dari manusia


2.         Lingkungan
Lingkungan menurut Nightingale merujuk pada lingkungan fisik eksternal yang mempengaruhi proses penyembuhan dan kesehatan yang meliputi lima komponen dalam mempertahankan kesehatan individu, yang meliputi :
-           Udara segar
-           Air bersih
-           Saluran pembuangan yang efisien
-           Kebersihan
-           Cahaya
Florence lebih menekankan pada lingkungan fisik daripada lingkungan sosial dan psikologis yang digali secara lebih terperinci dalam tulisannya. Penekanan terhadap lingkungan sangat jelas melalui pernyataannya bahwa jika ingin melihat status kesehatan seseorang, maka yang harus dilakukan adalah mengkaji keadaan rumah, kondisi dan cara hidup seseorang daripada mengkaji fisik / tubuhnya.
3.         Kesehatan
Florence mendefinisikan kesehatan sebagai merasa sehat dan menggunakan semaksimal mungkin setiap kekuatan yang dimiliki yang merupakan proses aditif, yaitu hasil kombinasi dari lingkungan, fisik dan psikologis. Terutama faktor lingkungan yang meliputi :
-           Kebersihan
-           Minuman
-           Nutrisi
-           Kelembaban
-           Jalan udara / ventilasi
-           Saluran air
Menurut Florence, keadaan sehat dapat dicapai melalui pendidikan dan perbaikan kondisi lingkungan. Penyakit merupakan proses perbaikan tubuh untuk memperbaiki masalah. Florence sangat menekankan bahwa kesehatan tidak hanya berorientasi dalam lingkungan rumah sakit tetapi juga komunitas.
4.         Keperawatan
Florence memandang keperawatan sebagai ilmu kesehatan dan menguraikan keperawatan sebagai usaha mengarahkan terhadap peningkatan dan pengelolaan lingkungan fisik sehingga alam akan menyembuhkan pasien. Oleh karena itu kegiatan keperawatan termasuk memberikan pendidikan tentang kebersihan di rumah tangga dan lingkungan untuk membantu wanita menciptakan lingkungan yang sehat bagi keluarga dan komunitasnya, yang pada dasarnya hal ini bertujuan untuk mencegah penyakit.
Inti konsep Florence Nightingale
Inti konsep Florence Nightingale adalah pasien dipandang dalam konteks lingkungan secara keseluruhan yang terdiri dari lingkungan fisik, lingkungan psikologis dan lingkungan sosial.
1.         Lingkungan fisik (physical environment)
Merupakan lingkungan dasar/alami yang berhubungan dengan ventilasi dan udara. Faktor tersebut mempunyai efek terhadap lingkungan fisik yang bersih yang selalu akan memepengaruhi pasien dimanapun dia berada. Tempat tidur pasien harus bersih, ruangan harus bebas debu, asap , bau dan tidak lembab. Lingkungan dibuat sedemikian rupa sehingga memudahkan perawatan baik bagi orang lain maupun dirinya sendiri. Luas,tinggi penempatan tempat tidur harus memeberikan keleluasaan pasien untuk beraktifitas. Tempat tidur harus mendapatkan penerangan yang cukup, jauh dari kebisingan dan bau limbah. Posisi pasien di tempat tidur harus diatur sedemikian rupa supaya mendapat ventilasi yang cukup.
2.         Lingkungan psikologi (psychology environment)
Florence melihat bahwa kondisi lingkungan yang negative dapat menyebabkan stress fisik dan berpengaruh buruk terhadap emosi pasien. Oleh karena itu ditekankan kepada pasien untuk menjaga rangsangan fisiknya. Mendapatkan sinar matahari, makanan yang menarik dan beraktivitas yang dapat merangsang semua faktor untuk membantu pasien dalam mempertahankan emosinya.
3.         Lingkungan sosial (social environment)
Florence memandang bahwa lingkungan yang berpengaruh pada kesehatan seseorang bukan hanya lingkungan di rumah sakit saja tetapi juga kondisi lingkungan secara menyeluruh yakni lingkungan komunitas pasien.

E.        Gambaran model konseptual keperawatan Florence Nightingale
a.         Definisi keperawatan
Profesi untuk wanita dengan tujuan menemukan dan menggunakan hukum alam dalam pelayanan kesehatan. Florence menegaskan bahwa keperawatan adalah ilmu dan kiat yang memerlukan pendidikan formal untuk merawat orang sakit
b.         Tujuan tindakan keperawatan
Memelihara, mencegah infeksi dan cedera, memulihkan dari sakit, melakukan pendidikan kesehatan serta mengendalikan lingkungan
c.         Alasan tindakan keperawatan
Menempatkan manusia pada kondisi yang terbaik secara alami untuk menyembuhkan / meningkatkan kesehatan serta mencegah panyakit dan luka
d.         Konsep individu
Merupakan kesatuan fisik, intelektual, emosional,sosial dan spiritual yang lengkap dan berpotensi
e.         Konsep sehat
Keadaan bebas dari penyakit dan dapat menggunakan kekuatannya secara penuh

f.          Konsep lingkungan
Bagian eksternal yang mempengaruhi kesehatan dan sakitnya seseorang
F.         Hubungan teori Florence dengan proses keperawatan
1.         Pengkajian
Pengkajian menitikberatkan pada kondisi lingkungan (fisik,psikologi dan sosial)
2.         Analisa data
Data dikelompokkan berdasarkan lingkungan fisik, sosial dan mental yang berkaitan dengan kondisi kesehatan pasien
3.         Masalah
Difokuskan pada hubungan individu dengan lingkungannya , misal :
•           Kurangnya informasi tentang kebersihan lingkungan
•           Ventilasi
•           Air bersih
•           Saluran pembuangan
4.         Diagnosa keperawatan
Berbagai masalah klien yang berhubungan dengan lingkungan antara lain ;
•           Faktor lingkungan yang berpengaruh terhadap efektivitas asuhan
•           Penyesuaian terhadap lingkungan
5.         Implementasi
Upaya dasar untuk merubah lingkungan dengan tujuan menciptakan kondisi lingkungan yang baik yang mempengaruhi kesehatan seseorang
6.         Evaluasi
Mengobservasi dampak perubahan lingkungan terhadap kesehatan seseorang







BAB III
PENUTUP

Saran
Florence Nigtingale merupakan seorang perawat yang perlu ditiru dalam proses keperawatan dan proses penyembuhan penyakit. Dia merupakan Lady With The Lamp bagi pasien yang sakit. Maka kita sebagai perawat haruslah sebagai penerang bagi pasien yang kita rawat. Marilah kita sebagai perawat berusaha untuk meringankan penderitaan pasien yang kita rawat. Rawatlah pasien seperti kita merawat orang yang paling kita sayang.


















DAFTAR PUSTAKA

http://aripristiana.blogspot.com/2011/02/florence-nightingale.html diunduh tanggal 25 Oktober 2016
http://www.bascommetro.com/2008/11/florence-nightingale.html diunduh tanggal 25 Oktober 2016
http:aevril.blogspot.com/p/model-model-konseptual-keperawatan.html diunduh tanggal 25 Oktober 2016
http://biokristi.sabda.org/florence_nightingale_0 diunduh tanggal 25 Oktober 2016
http://meetabied.blogspot.com/2010/03/model-konsep-dan-teori-keperawatan.html diunduh tanggal 25 Oktober 2016
Asmadi. (2008). Konsep Dasar Keperawatan. Jakarta: EGC
Kusnanto. (2004). Pengantar Profesi dan Praktik Keperawatan Profesional.. Jakarta: EGC



Published: By: Unknown - 16.18