MAKALAH
FALSAFAH DAN TEORI KEPERAWATAN
TEORI NIGHTINGALE
DISUSUN
OLEH KELOMPOK 3
Anggota
1.
Tito Aji Pratama NIM 142012016069
2.
Rizki Ramadhan NIM 142012016066
3.
Bayu Novriansyah NIM 142012016070
4.
Dewi Kartika Putri NIM 142012016046
5.
Della Andryana NIM 142012016044
6.
Mella Dwi Novitasari NIM 142012016060
7.
Liyana Luvita Dewi NIM 142012016058
PROGRAM
STUDI S1 KEPERAWATAN
KATA
PENGANTAR
Puji syukur penulisan panjatkan
kehadirat Allah SWT yang mana telah melimpahkan rahmat dan hidayah-Nya sehingga
penulis dapat menyelesaikan makalah yang berjudul TEORI NIGHTINGALE yang telah
disusun untuk memenuhi salah satu tugas mata kuliah falsafah dan teori
keperawatan , maka penulis mengucapkan banyak terimakasih kepada :
·
selaku dosen mata kuliah falsafah dan teori
keperawatan
Dalam penyusunan makalah ini tidak
lepas dari berbagai pihak yang telah membantu terselesainya makalah ini. Untuk
itu penulis mengucapkan terima kasih atas semua bantuan yang telah di berikan
dalam penyususnan makalah ini. Ucapkan terimakasih secara khusus penulis
sampaikan kepada semua pihak yang telah ikut terlibat dan berpartisipasi dalam
pembuatan dan penyusunan makalah ini . dengan ini penulis memohon kritik dan
saran dalam penulisan makalah ini kepada pembaca apabila dala peyusunan makalah
“TEORI NIGHTIANGALE” terdapat kesalahan-kesalahan
25 Oktober 2016
Penyusun
Kelompok
3
DAFTAR ISI
Halaman judul............................................................................................
Kata pengantar......................................................................................... i
Daftar isi ...................................................................................................ii
Bab I
Pendahuluan
1.1 Latar
belakang.................................................................................... iii
BAB II
ISI
2.1Biografi
Florence Nightingale................................................................1
2.2 Teori
Nightingale ................................................................................. 5
BAB III
Penutup....................................................................................................10
Daftar pustaka
BAB
I
PENDAHULUAN
1.1 LATAR BELAKANG
Konsep Keperawatan merupakan
ide untuk menyusun suatu kerangka konseptual atau model keperawatan.Teori
keperawatan digunakan untuk menyusun suatu model konsep dalam keperawatan
sehingga model keperawatan ini mengadung arti aplikasi dari struktur
keperawatan itu sendiri yang memungkinkan perawat untuk menerapkan cara mereka
bekerja dalam batas kewenangan sebagai perawat.
Pandangan model konsep dan
teori ini merupakan gambaran dari bentuk pelayanan keperawatan yang akan
diberikan dalam memenuhi kebutuhan dasar manusi berdasarkan tindakan dan
lingkup pekerjaan dengan arah yang jelas dalam pelayanan keperawatan.Dalam
keperawatan terdapat beberapa model konsep keperawaratan berdasarkan pandangan
ahli dalam bidang keperawatan,yang memiliki keyakinan,dan nilai yang
mendasarinya,tujuan yang hendak dicapai serta pengetahuan dan keterampilan yang
ada dan salah satunya adalah “Model Konsep Dan Teori Keperawatan Florence
Naigtingale”.
2.1
Biografi Florence Nightingale
Florence Nightingale lahir
tanggal 12 maret 1820. Nama depannya disesuaikan dengan nama kota kelahirannya
di Itali, yaitu Florence. Florence Nightingale dibesarkan dalam sebuah keluarga
kaya yang tinggal di luar kota London, William (W.E.N) dan Fanny Nightingale.
Pada tahun 1837, pada usia tujuh belas tahun, Nightingale menulis curahan
hatinya di buku hariannya, “Pada tanggal 7 Februari, Tuhan berbicara kepadaku
dan memanggilku untuk melayani-Nya.” Tetapi pelayanan apa?
Dia menyadari bahwa dirinya
merasa bersemangat dan sangat bersukacita , bukan karena status sosial keluarga
kaya , namun perasaan bahagia yang muncul saat dia merawat keluarga-keluarga
miskin yang hidup di gubuk gubuk sekitar Embley, rumah keluarganya.
Pada saat Florence berusia dua puluh empat
tahun, dia merasa yakin bahwa panggilannya adalah merawat orang sakit. Namun
pada masa itu (tahun 1840-an), pekerjaan sebagai perawat memang dianggap
pekerjaan yang hina, dengan alasan:
• Perawat
disamakan dengan wanita tuna susila atau "buntut" (keluarga tentara
yang miskin) yang mengikuti ke mana tentara pergi;
• Profesi
perawat banyak berhadapan langsung dengan tubuh dalam keadaan terbuka sehingga
profesi ini dianggap sebagai profesi yang kurang sopan untuk wanita baik-baik,
selain itu banyak pasien memperlakukan wanita tidak berpendidikan yang berada
di rumah sakit dengan tidak senonoh;
• Perawat
di Inggris pada masa itu lebih banyak laki-laki daripada perempuan karena
alasan-alasan tersebut di atas;
• Perawat
pada masa itu lebih sering berfungsi sebagai tukang masak.
Tetapi Florence, yang belum menikah dan masih
tinggal bersama orang tuanya, merasa hampir gila karena ketidakproduktifan dan
rasa frustrasi ini. Kemudian suatu saat ia bertanya kepada seorang dokter tamu
dari Amerika, dr. Samuel Howe, “Apakah pantas bagi seorang gadis Inggris
mencurahkan hidupnya untuk menjadi seorang perawat?” Dia menjawab, “Di Inggris,
semua yang tidak biasa dianggap tidak layak. Tetapi bukanlah sesuatu yang tidak
mungkin terjadi atau tidak wajar bagi seorang wanita terhormat bila melakukan
suatu pekerjaan yang membawa kebaikan bagi orang lain.” dr. Howe menceritakan
kepadanya tentang Kaiserworth di Jerman yang didirikan oleh pendeta Theodor
Fliedner. Tempat itu mempunyai rumah sakit yang dilengkapi ratusan tempat
tidur, sekolah perawatan bayi, sebuah penjara berpenghuni dua belas orang,
sebuah rumah sakit jiwa untuk para yatim, sekolah untuk melatih para guru, dan
sekolah pelatihan untuk para perawat disertai ratusan diaken. Setiap kegiatan
selalu diikuti dengan doa.
Bahkan sebelum dia
memutuskan untuk pergi, dengan semangat tinggi Florence menanggapi bahwa
Kaiserworth adalah tujuannya.
Pada bulan Juli 1850, di
usianya yang ke-30, akhirnya Florence pergi ke Kaiserworth di Jerman selama dua
minggu. Setahun kemudian, dia pulang ke rumah dan tinggal selama tiga bulan.
Dia pulang dengan sikap baru. Sekarang dia tahu bahwa dirinya harus membebaskan
diri dari kehidupannya yang terkekang.
Tiga tahun kernudian (1854),
dia melaksanakan pekerjaan keperawatannya yang pertama sebagai pengawas di
Institute for the Care for Sick Gentle Woman in Distressed Circumstances. Dia
memasukkan pemikiran-pemikiran baru ke dalam institusi itu dan menerapkan
beberapa ide yang revolusioner, seperti pipa air panas ke setiap lantai,
elevator untuk mengangkut makanan pasien, dan para pasien dapat langsung
memanggil para perawat dengan menekan bel. Dia juga menetapkan bahwa institusi
tersebut bukan institusi sekte dan menerima semua pasien dari semua denominasi
dan agama (komite institusi ini menginginkan agar institusi tersebut hanya
menerima jemaat gereja Inggris).
Pada tahun1854 juga, Inggris dan Perancis mengumumkan perang
terhadap Rusia untuk menguasai Crimea dan Konstantinopel (pintu gerbang menuju Timur Tengah). Sidney
Herbert, sahabat Florence Nightingale yang juga seorang menteri perang, meminta
Florence untuk mengepalai sebuah tim perawat bagi rumah sakit militer di
Scutari, Turki. Florence menggunakan kesempatan ini. Dia tiba bersama sebuah
tim pilihan yang terdiri dari 38 orang perawat. Hanya 14 orang perawat yang
mempunyai pengalaman di lapangan; 24 orang lainnya adalah anggota lembaga
keagamaan yang terdiri dari Biarawati Katolik Roma “Dissenting Deaconnesses”,
perawat rumah sakit Protestan, dan beberapa biarawati Anglikan yang
berpengalaman di bidang penyakit kolera. Di tempat inilah Florence mendapat
julukan “the lady with the lamp”, julukan yang diberikan oleh pasien-pasiennya
karena setiap malam tiba ia selalu berpatroli menjenguk para korban yang
terluka, bahkan di tengah malam yang dingin. Kedatangan Florence yang berjalan
kaki membawa lentera selalu dinantikan oleh pasien.
Selama perang berlangsung,
Florence menghadapi pertempuran berat untuk meyakinkan para dokter militer
bahwa para perawat wanita pun diperlukan di sebuah rumah sakit militer. Perang
Crimea telah membongkar sistem kemiliteran Inggris yang ternyata mengirim
ribuan prajurit untuk menjemput kematiannya sendiri akibat kekurangan gizi,
penyakit, dan diabaikan. Sebanyak 60.000 prajurit Inggris dikirim ke Crimea.
Sejumlah 43.000 meninggal, sakit, atau terluka, dan hanya 7.000 yang terluka
oleh musuh. Sisanya merupakan korban akibat lumpur, kekacauan, dan
penyakit.Selama 21 bulan, ia mengabdi dengan tulus tak kenal lelah merawat,
menghibur tentara yang terluka dan mengusahakan perbaikan fasilitas rumah sakit
darurat tersebut. Berkat pengabdian Florence beserta timnya presentasi kematian
prajurit yang terluka parah membaik, dari 42% menjadi hanya 2%. Berkat jasanya tersebut oleh pemerintah
Inggris ia diangkat menjadi menjadi pahlawan wanita nasional Inggris.
Pada tahun 1860, Florence
mendirikan sekolah keperawatan di St.Thomas Hospital, London dan kelas
pertamanya berisi lima belas orang murid wanita muda. Di tahun yang sama
Florence menulis Notes on nursing : What It Is and What It Is Not . Buku
setebal 136 halaman ini menjadi buku acuan pada kurikulum di sekolah Florence
dan sekolah keperawatan lainnya. Buku ini juga menjadi popular di kalangan awam
dan terjual jutaan eksemplar di seluruh dunia. Filosofinya terhadap praktik
keperawatan merupakan refleksi dari perubahan kebutuhan masyarakat. Ia melihat
peran perawat sebagai seseorang yang bertugas menjaga kesehatan seseorang
berdasarkan pengetahuan tentang bagaimana menempatkan tubuh dalam suatu status
yang bebas dari penyakit atau sembuh dari suatu penyakit. Pada tahun 1861
cetakan lanjutan buku ini terbit dengan tambahan bagian tentang perawatan bayi.
Beberapa penghargaan yang pernah diperoleh
Florence :
• Pada
tahun 1883 Florence dianugerahi medali Palang Merah Kerajaan (The Royal Red
Cross) oleh Ratu Victoria
• Pada
tahun 1907, Florence menjadi wanita
pertama yang memperoleh penghargaan bintang tanda jasa The Order of Merit dari
Raja Inggris
• Pada
tahun 1908, Florence dianugerahi Honorary Freedom of The City dari kota London.
Cinta kasih dan pengabdian tulus Florence mengilhami Henry Dunnant untuk
mendirikan Palang Merah Internasional.
Florence meninggal dunia pada tanggal 13
Agustus 1910 di usianya yang ke 90.Sepanjang hidupnya, dia bekerja tanpa lelah
untuk mengadakan perubahan-perubahan yang berhubungan dengan perawatan
kesehatan dan medis di kemiliteran. Hal ini dikarenakan dia telah bersumpah
bahwa “Semua yang terjadi di Crimea, tidak boleh terulang kembali.”
2.1
Teori Florence Nightingale
Florence Nightingale
mencetuskan sebuah teori keperawatan yang dikenal dengan teori perawatan modern
(modern nursing) yang dikenal dengan teori lingkungan (environmental
theory). Teorinya difokuskan pada
lingkungan keperawatan. Florence meyakini bahwa kondisi lingkungan yang sehat
berperan penting untuk penanganan perawatan yang layak bagi proses penyembuhan.
Diskripsi konsep
Bagan teori keperawatan Florence Nightingale
Klien/manusia
Perawat /keperawatan
Kesehatan
Lingkungan
1. Manusia
Manusia terdiri dari komponen fisik,
intelektual,emosional,sosial dan spiritual. Walaupun memang lebih berfokus pada
aspek fisik tetapi tetap saja ide yang dikemukakan Nightingale tentang
seseorang yang sedang sakit mempunyai semangat hidup yang lebih besar daripada
mereka yang sehat, hal ini berkaitan dengan dimensi psikologik dari manusia
2. Lingkungan
Lingkungan menurut Nightingale merujuk pada
lingkungan fisik eksternal yang mempengaruhi proses penyembuhan dan kesehatan
yang meliputi lima komponen dalam mempertahankan kesehatan individu, yang
meliputi :
- Udara
segar
- Air
bersih
- Saluran
pembuangan yang efisien
- Kebersihan
- Cahaya
Florence lebih menekankan pada lingkungan
fisik daripada lingkungan sosial dan psikologis yang digali secara lebih
terperinci dalam tulisannya. Penekanan terhadap lingkungan sangat jelas melalui
pernyataannya bahwa jika ingin melihat status kesehatan seseorang, maka yang
harus dilakukan adalah mengkaji keadaan rumah, kondisi dan cara hidup seseorang
daripada mengkaji fisik / tubuhnya.
3. Kesehatan
Florence mendefinisikan kesehatan sebagai
merasa sehat dan menggunakan semaksimal mungkin setiap kekuatan yang dimiliki
yang merupakan proses aditif, yaitu hasil kombinasi dari lingkungan, fisik dan
psikologis. Terutama faktor lingkungan yang meliputi :
- Kebersihan
- Minuman
- Nutrisi
- Kelembaban
- Jalan
udara / ventilasi
- Saluran
air
Menurut Florence, keadaan
sehat dapat dicapai melalui pendidikan dan perbaikan kondisi lingkungan.
Penyakit merupakan proses perbaikan tubuh untuk memperbaiki masalah. Florence
sangat menekankan bahwa kesehatan tidak hanya berorientasi dalam lingkungan
rumah sakit tetapi juga komunitas.
4. Keperawatan
Florence memandang
keperawatan sebagai ilmu kesehatan dan menguraikan keperawatan sebagai usaha
mengarahkan terhadap peningkatan dan pengelolaan lingkungan fisik sehingga alam
akan menyembuhkan pasien. Oleh karena itu kegiatan keperawatan termasuk
memberikan pendidikan tentang kebersihan di rumah tangga dan lingkungan untuk
membantu wanita menciptakan lingkungan yang sehat bagi keluarga dan
komunitasnya, yang pada dasarnya hal ini bertujuan untuk mencegah penyakit.
Inti konsep Florence Nightingale
Inti konsep Florence
Nightingale adalah pasien dipandang dalam konteks lingkungan secara keseluruhan
yang terdiri dari lingkungan fisik, lingkungan psikologis dan lingkungan sosial.
1. Lingkungan
fisik (physical environment)
Merupakan lingkungan dasar/alami yang
berhubungan dengan ventilasi dan udara. Faktor tersebut mempunyai efek terhadap
lingkungan fisik yang bersih yang selalu akan memepengaruhi pasien dimanapun
dia berada. Tempat tidur pasien harus bersih, ruangan harus bebas debu, asap ,
bau dan tidak lembab. Lingkungan dibuat sedemikian rupa sehingga memudahkan
perawatan baik bagi orang lain maupun dirinya sendiri. Luas,tinggi penempatan
tempat tidur harus memeberikan keleluasaan pasien untuk beraktifitas. Tempat
tidur harus mendapatkan penerangan yang cukup, jauh dari kebisingan dan bau
limbah. Posisi pasien di tempat tidur harus diatur sedemikian rupa supaya
mendapat ventilasi yang cukup.
2. Lingkungan
psikologi (psychology environment)
Florence melihat bahwa kondisi lingkungan
yang negative dapat menyebabkan stress fisik dan berpengaruh buruk terhadap
emosi pasien. Oleh karena itu ditekankan kepada pasien untuk menjaga rangsangan
fisiknya. Mendapatkan sinar matahari, makanan yang menarik dan beraktivitas
yang dapat merangsang semua faktor untuk membantu pasien dalam mempertahankan
emosinya.
3. Lingkungan
sosial (social environment)
Florence memandang bahwa lingkungan yang
berpengaruh pada kesehatan seseorang bukan hanya lingkungan di rumah sakit saja
tetapi juga kondisi lingkungan secara menyeluruh yakni lingkungan komunitas
pasien.
E. Gambaran
model konseptual keperawatan Florence Nightingale
a. Definisi
keperawatan
Profesi untuk wanita dengan tujuan menemukan
dan menggunakan hukum alam dalam pelayanan kesehatan. Florence menegaskan bahwa
keperawatan adalah ilmu dan kiat yang memerlukan pendidikan formal untuk
merawat orang sakit
b. Tujuan
tindakan keperawatan
Memelihara, mencegah infeksi dan cedera,
memulihkan dari sakit, melakukan pendidikan kesehatan serta mengendalikan
lingkungan
c. Alasan
tindakan keperawatan
Menempatkan manusia pada kondisi yang terbaik
secara alami untuk menyembuhkan / meningkatkan kesehatan serta mencegah
panyakit dan luka
d. Konsep
individu
Merupakan kesatuan fisik, intelektual,
emosional,sosial dan spiritual yang lengkap dan berpotensi
e. Konsep
sehat
Keadaan bebas dari penyakit dan dapat
menggunakan kekuatannya secara penuh
f. Konsep
lingkungan
Bagian eksternal yang mempengaruhi kesehatan
dan sakitnya seseorang
F. Hubungan
teori Florence dengan proses keperawatan
1. Pengkajian
Pengkajian menitikberatkan pada kondisi
lingkungan (fisik,psikologi dan sosial)
2. Analisa
data
Data dikelompokkan berdasarkan lingkungan
fisik, sosial dan mental yang berkaitan dengan kondisi kesehatan pasien
3. Masalah
Difokuskan pada hubungan individu dengan
lingkungannya , misal :
• Kurangnya
informasi tentang kebersihan lingkungan
• Ventilasi
• Air
bersih
• Saluran
pembuangan
4. Diagnosa
keperawatan
Berbagai masalah klien yang berhubungan
dengan lingkungan antara lain ;
• Faktor
lingkungan yang berpengaruh terhadap efektivitas asuhan
• Penyesuaian
terhadap lingkungan
5. Implementasi
Upaya dasar untuk merubah lingkungan dengan
tujuan menciptakan kondisi lingkungan yang baik yang mempengaruhi kesehatan
seseorang
6. Evaluasi
Mengobservasi dampak perubahan lingkungan
terhadap kesehatan seseorang
BAB
III
PENUTUP
Saran
Florence Nigtingale
merupakan seorang perawat yang perlu ditiru dalam proses keperawatan dan proses
penyembuhan penyakit. Dia merupakan Lady With The Lamp bagi pasien yang sakit.
Maka kita sebagai perawat haruslah sebagai penerang bagi pasien yang kita
rawat. Marilah kita sebagai perawat berusaha untuk meringankan penderitaan
pasien yang kita rawat. Rawatlah pasien seperti kita merawat orang yang paling
kita sayang.
DAFTAR
PUSTAKA
http://aripristiana.blogspot.com/2011/02/florence-nightingale.html
diunduh tanggal 25 Oktober 2016
http://www.bascommetro.com/2008/11/florence-nightingale.html
diunduh tanggal 25 Oktober 2016
http:aevril.blogspot.com/p/model-model-konseptual-keperawatan.html
diunduh tanggal 25 Oktober 2016
http://biokristi.sabda.org/florence_nightingale_0
diunduh tanggal 25 Oktober 2016
http://meetabied.blogspot.com/2010/03/model-konsep-dan-teori-keperawatan.html
diunduh tanggal 25 Oktober 2016
Asmadi. (2008). Konsep Dasar Keperawatan.
Jakarta: EGC
Kusnanto. (2004). Pengantar Profesi dan
Praktik Keperawatan Profesional.. Jakarta: EGC
About Unknown
Hi, My Name is Hafeez. I am a webdesigner, blogspot developer and UI designer. I am a certified Themeforest top contributor and popular at JavaScript engineers. We have a team of professinal programmers, developers work together and make unique blogger templates.

0 komentar:
Posting Komentar